Kultum 5 Ramadhan 1447 H oleh Sekretaris Bpk Agus Salim, S.H.I. "4 Golongan yang Dirindukan Surga" [23/2]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihat. Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Setiap Muslim pasti mendambakan masuk surga. Namun, tahukah Anda bahwa ada tingkatan yang lebih istimewa? Bukan sekadar kita yang mengharap surga, tapi surga itulah yang merindukan kita.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi:
"Surga merindukan empat golongan: Orang yang membaca Al-Qur'an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan orang yang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan."
Mari kita bedah singkat siapa saja mereka:
1. Taalil Qur’an (Pembaca Al-Qur’an)
Golongan pertama adalah mereka yang lisannya basah dengan ayat-ayat Allah. Di bulan Ramadhan ini, Al-Qur'an adalah hidangan utama. Mereka yang membacanya, mentadabburinya, dan mengamalkannya akan memiliki "cahaya" yang membuat surga jatuh hati kepada mereka.
2. Haafizhul Lisan (Penjaga Lisan)
Di era media sosial saat ini, menjaga lisan juga berarti menjaga jempol. Golongan ini adalah orang yang mampu menahan diri dari ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti hati sesama. Rasulullah menjamin surga bagi siapa saja yang mampu menjaga apa yang ada di antara dua rahangnya (mulut).
3. Muth’imul Jii’aan (Pemberi Makan Orang yang Lapar)
Islam adalah agama sosial. Surga sangat merindukan orang yang memiliki empati tinggi. Terlebih di bulan Ramadhan, saat kita berbagi takjil atau santunan kepada yatim dan dhuafa, kita sedang mengetuk pintu surga dengan kedermawanan kita.
4. Shooimiina fii Syahri Ramadhan (Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan)
Golongan terakhir adalah kita semua yang saat ini sedang menjalankan ibadah puasa dengan iman dan mengharap ridha Allah (Imaanan wahtisaban). Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi proses penyucian jiwa yang membuat pelakunya layak menjadi penghuni istimewa di surga, khususnya melalui pintu Ar-Rayyan.
Kesimpulan
Ramadhan adalah momentum emas untuk masuk ke dalam salah satu—atau bahkan keempat—golongan tersebut. Mumpung kita masih di awal/tengah bulan, mari kita kencangkan ikat pinggang untuk memperbanyak tilawah, menjaga tutur kata, bersedekah, dan menyempurnakan puasa kita.
Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang namanya sudah "dipanggil-panggil" oleh surga sebelum kita sampai ke sana. Amin Ya Rabbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
